Permainan Egrang merupakan permainan kuno tradisional yang terbuat dari 2 batang bambu dan memiliki alas yang terbuat dari batang bambu juga. Game ini tidak asing, meskipun di berbagai daerah di kenal dengan nama yang berbeda. hari ini sudah sulit ditemukan, baik di desa maupun di kota, game panggung sudah ada sejak dahulu kala dan merupakan game yang membutuhkan keterampilan dan keseimbangan tubuh.

Permainan stilts sangat unik karena dibutuhkan keterampilan dan keseimbangan untuk tubuh Anda ketika naik, sehingga tidak semua orang dewasa maupun anak-anak dapat bermain panggung. Bentuk panggung disesuaikan dengan pemakainya sesuai dengan usia si pemakai.

Saat bermain adalah dewasa lalu membuat panjang dan tinggi, sedangkan untuk anak bentuk dan ukurannya, terlalu pendek. Anda juga dapat melihat situs agen togel online untuk mengetahui tentang permainan lainnya.

Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang sekitar 2,5 meter. kurang lebih 50 cm dari bawah, dibuat kaki datar dengan lebar sekitar 20 cm. Permainan stilts dapat dikategorikan sebagai permainan anak-anak. Secara umum, permainan ini dilakukan oleh anak laki-laki berusia 7-13 tahun. Jumlah pemain 2-6 orang.

Permainan cengkeraman tidak membutuhkan tempat lapangan yang khusus. Bisa dimainkan di mana saja, asalkan di tanah. Jadi, berada di pantai, di lapangan atau di jalan. Arena permainan besar tilako hanya sepanjang 7-15 meter dan lebar sekitar 3-4 meter.

Peralatan yang digunakan adalah batu bata dua batang bambu yang relatif lurus dan tua dengan masing-masing panjang antara 1,5-3 meter. Cara membuatnya adalah sebagai berikut. Pada awalnya bambu dipotong menjadi dua bagian masing-masing panjangnya sekitar 2-3 kaki.


Setelah itu, bambu lain dipotong lagi menjadi dua bagian dengan masing-masing ukuran sekitar 20-30 cm untuk digunakan sebagai pijakan kaki. Selanjutnya, satu segmen dari panjang sisipan bambu berlubang bambu berukuran pendek. Setelah pijakan kaki menempel pada bambu, bambu siap digunakan.

Jika sebuah permainan balapan, ini dimulai dengan pembentukan 3-4 pemain di garis start saat mendaki bambu masing-masing. Untuk anak-anak yang tidak memiliki panggung yang tinggi atau hanya belajar untuk bermain, mereka dapat menaiki tempat bertengger atau menggunakan tangga baru dan berjalan menuju garis start.

Padahal, jika permainan ini bertujuan mengadu bambu setiap pemain, dimulai dengan pemilihan dua pemain yang mengusung diskusi atau konsensus. Selanjutnya pemain bediri tegak. Saat siap, peserta lain yang belum memiliki giliran bermain akan memberi Anda petunjuk untuk memulai permainan.

Mendengar isyarat itu, kedua pemain akan mulai mengeluh bambu yang mereka kendarai. Pemain yang dapat menjatuhkan lawan Anda keluar dari bambu dilemparkan menyatakan pemenangnya. Nah, semoga artikel ini dapat membantu Anda mengetahui banyak hal tentang permainan egrang.

Post Navigation